<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nuansa Wanita &#187; rahasia</title>
	<atom:link href="http://nuansawanita.com/tag/rahasia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nuansawanita.com</link>
	<description>Melihat dunia dari sudut pandang wanita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Dec 2009 14:31:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sst &#8230; Rahasia!</title>
		<link>http://nuansawanita.com/2009/12/sst-rahasia/</link>
		<comments>http://nuansawanita.com/2009/12/sst-rahasia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 17:49:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuansawanita.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Ayo ngaku, pasti ada beberapa hal yang menurut kita lebih baik disimpan baik-baik dan nggak diutarakan sama pacar. Habis, kita yakin banget, jika sampai ketahuan, pertengkaran bakal tak terelakkan lagi! Selama 'dosa kecil' itu nggak merugikan kita dan dia, mendingan tetap diam dan pintar-pintar mencari celah]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_29" class="wp-caption alignleft" style="width: 229px"><a href="http://nuansawanita.com/2009/10/malas-latihan-ah-lagi-haid-sih/"><img class="size-full wp-image-29" title="rahasia" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/12/model156.jpg" alt="rahasia" width="219" height="328" /></a><p class="wp-caption-text">rahasia</p></div>
<p>Ayo ngaku, pasti ada beberapa hal yang menurut kita lebih baik disimpan baik-baik dan nggak diutarakan sama pacar. Habis, kita yakin banget, jika sampai ketahuan, pertengkaran bakal tak terelakkan lagi! Selama &#8216;dosa kecil&#8217; itu nggak merugikan kita dan dia, mendingan tetap diam dan pintar-pintar mencari celah &#8230;.</p>
<h2>Janji Lain</h2>
<p>Saat si dia mengajak kita nonton band kesukaannya &#8211; yang musiknya nggak banget, teman juga menawarkan voucher gratis di salon. Pilihan kedua jelas lebih berpihak pada kita, hi hi hi. Bilang terus terang padanya kalau kita pengen nyalon sama aja ngajak berantem. Mendingan ganti alasan kita, misalnya kudu nemenin nyokap ke salon. Nggak 100% bohong, kan?</p>
<h2>Gantengnya Sahabatmu</h2>
<p>Makin lama pacaran, makin dalam hubungan kita dengan dunia si dia, termasuk dengan sahabatnya yang ganteng dan atletis. Tertarik? Pasti. Namun, jangan keterusan memujinya di depan pacar, bisa-bisa dia merasa tersaingi. Jika sahabat si dia juga menaruh hati pada kita, kudu hati-hati. Beneran, nih, rela melepas pacar demi sahabatnya?</p>
<p><span id="more-28"></span><br />
<h2>Past Calling</h2>
<p>Nggak disangka, mantan mulai menghubungi lagi. Biarpun kita berusaha meyakinkan kalau mantan bukan ancaman, tetap saja si dia bakal marah karena cemburu. Hm&#8230; untuk yang ini, juga perlu perhatian ekstra. Tunggu si dia tugas luar kota jika ingin makan atau nonton bareng mantan. Atau ajak sahabat kita (yang nggak ember!) saat kita pergi bareng mantan.</p>
<h2>Bad Habits</h2>
<p>Karena berhubungan dengan kebiasaan jelek, kali ini kitalah yang kudu berkorban untuk memperbaikinya sebelum si dia tahu. Jika dia dengar dari teman-teman bahwa kita adalah termasuk cewek yang nggak peduli penampilan, usahakan kita selalu tampil oke &#8211; minimal enak dilihat saat bersamanya. Lagipula, berubah demi kebaikan, masa, nggak mau&#8230;.</p>
<h2>Ups!</h2>
<p>Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti sesekali jatuh juga. Jika si dia mengetahui rahasia kita, kita boleh memilih untuk membahasnya atau tidak. Usahakan kita dan dia sama-sama berada di titik nol dan nggak mengedepankan emosi. Dia terus-terusan menyalahkan kita dan nggak mau mendengar alasan kita sedikit pun? Kalau kita juga nggak tahan dengan sikapnya yang memojokkan kita, mendingan putus aja!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuansawanita.com/2009/12/sst-rahasia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
