<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nuansa Wanita &#187; pasangan</title>
	<atom:link href="http://nuansawanita.com/tag/pasangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nuansawanita.com</link>
	<description>Melihat dunia dari sudut pandang wanita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Dec 2009 14:31:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Resep Jitu Pernikahan</title>
		<link>http://nuansawanita.com/2009/12/resep-jitu-pernikahan/</link>
		<comments>http://nuansawanita.com/2009/12/resep-jitu-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 14:31:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nina</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuansawanita.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Sebetulnya adalah hal yang mudah untuk membuat pernikahan tetap hidup seperti waktu habis menikah dulu. Sayangnya, hal-hal kecil seperti itu seringkali terlewat karena kita dan pasangan terlalu sibuk. Ingin membuat pernikahan lebih hidup? Sekarang saatnya!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_34" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://bumbudapur.com/2009/12/ketan-kukus-mangga-saus-santan/"><img class="size-full wp-image-34" title="waktu habis menikah dulu" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/12/habis-menikah.jpg" alt="waktu habis menikah dulu" width="230" height="282" /></a><p class="wp-caption-text">waktu habis menikah dulu</p></div>
<p>Sebetulnya adalah hal yang mudah untuk membuat pernikahan tetap hidup seperti waktu habis menikah dulu. Sayangnya, hal-hal kecil seperti itu seringkali terlewat karena kita dan pasangan terlalu sibuk. Ingin membuat pernikahan lebih hidup? Sekarang saatnya!</p>
<h2>Kencan di Rumah</h2>
<p>Rencana ini agak susah dilakukan kalau Anda tidak punya babysitter, tapi bukannya tidak mungkin. Putarkan anak Anda DVD kesukaannya ketika Anda dan pasangan menikmati candle light dinner. Atau tunggu sampai si kecil tidur dan menyelinaplah berdua ke sofa. Siapkan popcorn dan putar film favorit. Kalau perlu, pakai baju seperti mau pergi ke luar.</p>
<h2>Berdandanlah</h2>
<p>Sudah menikah bukan berarti kita boleh tampil berantakan. Keluar kamar dengan rambut tidak disisir dan muka berminyak, sama sekali tidak disarankan. Pasangan memang mencintai kita apa adanya, tapi ia juga akan bahagia dan senang kalau istrinya tetap memperhatikan penampilan. Jadi usahakan tampil segar, cantik dan bersih setiap hari.</p>
<p><span id="more-33"></span></p>
<h2>Kejutan Makan Siang</h2>
<p>Sekali-kali bawakan pasangan makan siang ke kantornya. Kalau perlu, makan siang di mobil jika waktunya sempit. Bisa juga mencuri kesempatan untuk bercumbu dengan pasangan. Tidak perlu terlalu hot, sedikit ciuman mesra pasti akan membuat ia ingin segera pulang ke rumah.</p>
<h2>Berpegangan Tangan</h2>
<div id="attachment_35" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://carahidupkita.blogspot.com/2009/12/cara-menentukan-kesuksesan-pribadi.html"><img class="size-full wp-image-35" title="berpegangan tangan" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/12/pegang-tangan.jpg" alt="berpegangan tangan" width="230" height="292" /></a><p class="wp-caption-text">berpegangan tangan</p></div>
<p>Tidak cuma anak SMA lho yang boleh berpegangan tangan di dapan umum. Kita dan pasangan pun berhak melakukannya. Tidak perlu canggung atau malu, meski ada anak-anak yang melihat.</p>
<h2>Suasana Kamar Baru</h2>
<p>Suasana kamar yang begitu-begitu saja ternyata bisa mempengaruhi mood kita dan pasangan. Coba deh untuk mengubah warna cat dan sesuaikan dengan seprai serta perangkat lainnya. Tambahkan bunga segar di sudut ruangan seperti kamar pengantin kita dulu. Pasti malam itu kita dan pasangan akan merasakan suasana seperti pengantin baru lagi.</p>
<h2>Mari Bicara</h2>
<p>Coba ingat, kapan terakhir kali kita dan pasangan mengobrol mesra berdua saling mengungkapkan perasaan masing-masing? Kalau sudah tidak ingat lagi, itu artinya kita harus memulai kembali ritual sederhana ini. Luangkan waktu sebelum tidur. Ceritakan tentang hari dan perasaan kita. Ingat! Salah satu sebab pernikahan tidak harmonis adalah kurangnya komunikasi.</p>
<h2>Hadiah</h2>
<p>Banyak yang menyarankan para pria untuk memberikan pasangannya bunga di saat tak terduga untuk menunjukkan bahwa ia ingat akan istrinya. Kenapa tidak kita lakukan sebaliknya? Pria juga butuh untuk tahu bahwa ia selalu diingat sepanjang hari. Jadi, berikan saja suami sesuatu yang ia suka. Misalnya makanan favorit atau majalah olahraga kesukaannya.</p>
<h2>Pesan Rahasia</h2>
<p>Tulis pesan-pesan mesra untuk pasangan. Bukan lewat sms, tapi dengan tulisan tangan kita sendiri dan letakkan di tempat-tempat yang pasti akan ia temukan. Misalnya, selipkan di laptop atau tas kerja. Kejutan manis tersebut membuatnya terus mengingat kita.</p>
<h2>Bulan Madu</h2>
<p>Siapa bilang bulan madu hanya untuk pengantin baru? Minta keluarga terdekat untuk mengasuh anak selama beberapa hari. Luangkan waktu berlibur berdua pasangan. Tidak perlu jauh-jauh, kadang hotel cantik di pinggir kota pun bisa memberikan suasana berbeda. Pertama makan malam romantis, lanjutkan dengan berendam berdua di bathtub, godalah pasangan, dan biarkan malam itu berjalan apa adanya.</p>
<h2>Terima Kasih, Sayang &#8230;</h2>
<div id="attachment_36" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2009/12/awas-kebanyakan/"><img class="size-full wp-image-36" title="aku sayang kamu" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/12/sayang-kamu.jpg" alt="aku sayang kamu" width="230" height="238" /></a><p class="wp-caption-text">aku sayang kamu</p></div>
<p>Segera ucapkan terima kasih setelah ia selesai melakukan sesuatu. Ungkapan yang tulus dan penuh cinta akan terus membuatnya sadar, bahwa tidak ada hal lain yang lebih penting selain pernikahan.</p>
<h2>Aku Sayang Kamu</h2>
<p>Katakan &#8216;Aku sayang kamu&#8217; kepadanya, setiap hari! Kadang kita suka lupa melakukan hal mudah ini setelah pernikahan bertahun-tahun. Apalagi kita dan pasangan disibukkan dengan deadline yang menumpuk dan lingkungan penuh stres. Coba bangkitkan lagi perasaan melankolis kita, dan ungkapkan betapa sayangnya kita kepadanya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuansawanita.com/2009/12/resep-jitu-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sst &#8230; Rahasia!</title>
		<link>http://nuansawanita.com/2009/12/sst-rahasia/</link>
		<comments>http://nuansawanita.com/2009/12/sst-rahasia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 17:49:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kelly</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuansawanita.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Ayo ngaku, pasti ada beberapa hal yang menurut kita lebih baik disimpan baik-baik dan nggak diutarakan sama pacar. Habis, kita yakin banget, jika sampai ketahuan, pertengkaran bakal tak terelakkan lagi! Selama 'dosa kecil' itu nggak merugikan kita dan dia, mendingan tetap diam dan pintar-pintar mencari celah]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_29" class="wp-caption alignleft" style="width: 229px"><a href="http://nuansawanita.com/2009/10/malas-latihan-ah-lagi-haid-sih/"><img class="size-full wp-image-29" title="rahasia" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/12/model156.jpg" alt="rahasia" width="219" height="328" /></a><p class="wp-caption-text">rahasia</p></div>
<p>Ayo ngaku, pasti ada beberapa hal yang menurut kita lebih baik disimpan baik-baik dan nggak diutarakan sama pacar. Habis, kita yakin banget, jika sampai ketahuan, pertengkaran bakal tak terelakkan lagi! Selama &#8216;dosa kecil&#8217; itu nggak merugikan kita dan dia, mendingan tetap diam dan pintar-pintar mencari celah &#8230;.</p>
<h2>Janji Lain</h2>
<p>Saat si dia mengajak kita nonton band kesukaannya &#8211; yang musiknya nggak banget, teman juga menawarkan voucher gratis di salon. Pilihan kedua jelas lebih berpihak pada kita, hi hi hi. Bilang terus terang padanya kalau kita pengen nyalon sama aja ngajak berantem. Mendingan ganti alasan kita, misalnya kudu nemenin nyokap ke salon. Nggak 100% bohong, kan?</p>
<h2>Gantengnya Sahabatmu</h2>
<p>Makin lama pacaran, makin dalam hubungan kita dengan dunia si dia, termasuk dengan sahabatnya yang ganteng dan atletis. Tertarik? Pasti. Namun, jangan keterusan memujinya di depan pacar, bisa-bisa dia merasa tersaingi. Jika sahabat si dia juga menaruh hati pada kita, kudu hati-hati. Beneran, nih, rela melepas pacar demi sahabatnya?</p>
<p><span id="more-28"></span><br />
<h2>Past Calling</h2>
<p>Nggak disangka, mantan mulai menghubungi lagi. Biarpun kita berusaha meyakinkan kalau mantan bukan ancaman, tetap saja si dia bakal marah karena cemburu. Hm&#8230; untuk yang ini, juga perlu perhatian ekstra. Tunggu si dia tugas luar kota jika ingin makan atau nonton bareng mantan. Atau ajak sahabat kita (yang nggak ember!) saat kita pergi bareng mantan.</p>
<h2>Bad Habits</h2>
<p>Karena berhubungan dengan kebiasaan jelek, kali ini kitalah yang kudu berkorban untuk memperbaikinya sebelum si dia tahu. Jika dia dengar dari teman-teman bahwa kita adalah termasuk cewek yang nggak peduli penampilan, usahakan kita selalu tampil oke &#8211; minimal enak dilihat saat bersamanya. Lagipula, berubah demi kebaikan, masa, nggak mau&#8230;.</p>
<h2>Ups!</h2>
<p>Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti sesekali jatuh juga. Jika si dia mengetahui rahasia kita, kita boleh memilih untuk membahasnya atau tidak. Usahakan kita dan dia sama-sama berada di titik nol dan nggak mengedepankan emosi. Dia terus-terusan menyalahkan kita dan nggak mau mendengar alasan kita sedikit pun? Kalau kita juga nggak tahan dengan sikapnya yang memojokkan kita, mendingan putus aja!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuansawanita.com/2009/12/sst-rahasia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untung Rugi Sekantor dengan Pasangan</title>
		<link>http://nuansawanita.com/2009/11/untung-rugi-sekantor-dengan-pasangan/</link>
		<comments>http://nuansawanita.com/2009/11/untung-rugi-sekantor-dengan-pasangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 08:17:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nina</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuansawanita.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Bekerja sekantor dengan suami mungkin memiliki keuntungan secara ekonomi. Pasangan dapat berangkat ke kantor dan pulang bersama. Selain itu, komunikasi antara pasangan menjadi lebih lancar karena, mereka saling tahu kondisi tempat mereka bekerja.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_13" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2009/06/konsen-donk/"><img class="size-full wp-image-13" title="couple in office" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/11/coupleoffice03.jpg" alt="couple in office" width="230" height="223" /></a><p class="wp-caption-text">couple in office</p></div>
<p>Peraturan soal pasangan suami istri di satu perusahaan memang tidak diatur secara khusus dalam Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenaga-kerjaan. Hal tersebut hanya sedikit disinggung pada Bab XII Pasal 153, yang bunyinya, &#8220;<em>Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan: (salah satunya) pekerja atau buruh mempunyai pertalian darah dan atau ikatan perkawinan dengan pekerja atau buruh lainnya di dalam satu perusahaan</em>&#8220;.</p>
<p>Meski begitu, perusahaan memiliki kebijakan internal sendiri soal pernikahan antarkaryawan. Kebijakan internal tersebut biasanya diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerjasama.</p>
<p>Dengan demikian tak heran bila kita menemui ada perusahaan yang memperbolehkan pasangan suami bekerja sekantor, ada pula yang melarang. Atau memperbolehkan, dengan catatan pasangan tersebut tidak dalam satu unit atau divisi. Perusahaan sebaiknya sejak awal sudah menyosialisasikan kebijakan internal soal pernikahan antar karyawan.</p>
<p><span id="more-12"></span></p>
<h2>Untung Rugi</h2>
<p>Bekerja sekantor dengan suami mungkin memiliki keuntungan secara ekonomi. Pasangan dapat berangkat ke kantor dan pulang bersama. Selain itu, komunikasi antara pasangan menjadi lebih lancar karena, mereka saling tahu kondisi tempat mereka bekerja.</p>
<p>Hal ini juga menciptakan kesamaan sudut pandang dalam menyikapi pekerjaan. Pasangan juga memiliki sumber terpercaya untuk mendiskusikan berbagai masalah dan tantangan.</p>
<p>Dengan bekerja sekantor, pasangan suami istri dapat saling mendukung dan saling menjaga rahasia perusahaan. Kolaborasi pasangan suami istri juga bisa melahirkan cara-cara bisnis yang lebih efektif dan efisien.</p>
<p>Namun, bekerja satu perusahaan juga mempunyai sisi negatif. Masalah pribadi mungkin akan terbawa ke kantor. Selain menimbulkan suasana tidak harmonis, kinerja pasangan berdua juga menjadi tidak prima. Bukan mustahil juga pertengkaran kecil yang terjadi di kantor akan menjadi pertikaian besar di rumah.</p>
<h2>Bersikap Profesional</h2>
<div id="attachment_14" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://miacantik.com/bisnis-cerdas-rumahan-a-la-dbc-network/"><img class="size-full wp-image-14" title="bersama pasangan" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/11/coupleoffice02.jpg" alt="bersama pasangan" width="230" height="283" /></a><p class="wp-caption-text">bersama pasangan</p></div>
<p>Untuk menghindari masalah-masalah di atas, Tuti menyebut satu hal yang wajib dimiliki saat suami istri bekerja dalam satu perusahaan, yaitu sikap profesional. Masing-masing harus saling memacu diri dan mendukung agar bekerja lebih baik. Hindarkan situasi saling mem-bandingkan kinerja dan lingkungan kerja. Selain itu, mereka tidak boleh mencampuradukkan masalah pribadi dan masalah kantor.</p>
<p>Pasangan juga harus memberikan kesempatan satu sama lain untuk mengembangkan diri, baik soal pengembangan karier maupun kehidupan sosial kantor. Sikap saling mengingatkan juga diperlukan. Pasangan suami istri hendaknya memanfaatkan kedekatan lokasi kerja untuk saling mengingatkan agar bisa bekerja dan bersikap secara profesional serta hindari kesalahan yang bisa menjatuhkan nama baik mereka.</p>
<p>Jangan mudah mengumbar emosi di depan rekan-rekan kerja. Hargai privasi yang dimiliki oleh pasangan. Jaga profesionalisme kita di kantor dengan beranggapan seolah-olah kita dan suami tidak punya hubungan pribadi. Meski sulit dilakukan namun harus diingat bahwa sikap ini menentukan keberhasilan pasangan berdua.</p>
<p>Untuk meminimalisir risiko terjadinya hal yang tidak diinginkan, disarankan agar suami dan istri tidak bekerja dalam satu unit atau divisi. Hal ini berkaitan dengan pengaturan mutasi, promosi ataupun pengembangan karier lainnya yang mungkin.</p>
<p>Ditambah lagi faktor kultur di Indonesia yang masih mengharuskan suami berkarier lebih baik dari istri. Padahal, seringkali kenyataannya karier dan kompetensi istri lebih baik dari suami. Kondisi ini berpotensi menimbulkan konfik pada pasangan yang mempengaruhi kinerja perusahaan.</p>
<p>Bila ternyata hubungan pribadi ataupun hubungan kerja pasangan suami istri sudah tidak nyaman lagi, sebaiknya salah satu dari mereka memutuskan untuk pindah kerja. Hal ini dilakukan untuk menghindari kondisi kerja ataupun kondisi rumah tangga menjadi buruk.</p>
<h2>Bila Salah Satu Harus Pergi</h2>
<p>Untuk mereka yang belum menikah, atau berencana menikah dengan teman sekerja, ada beberapa beberapa tips yang bisa kita berikan:</p>
<ul>
<li>Sebelum memilih bekerja di sebuah perusahaan, kenali betul peraturan tertulis dan tidak tertulis serta kultur yang berlaku. Termasuk soal pernikahan antar-karyawan.</li>
<li>Jika hubungan asmara dengan rekan sekerja akan berlanjut ke jenjang pernikahan, mulailah dengan serius merencanakan strategi karier bersama pasangan pascapernikahan. Diskusikan dengan pasangan, siapa yang kira-kira harus tetap berada di perusahaan. Tentunya dengan pertimbangan yang objektif seperti kompetensi kerja, kesempatan karier dan prestasi masing-masing. Yang perlu diingat, diskusikan semuanya dengan kepala dingin agar keputusan yang diambil adaiah keputusan terbaik.</li>
<li>Memang, biasanya, perusahaan akan memberikan waktu pada karyawan untuk mencari pekerjaan baru setelah meiakukan pernikahan antarkaryawan. Namun, akan lebih baik jika kita atau pasangan sudah mencari perkerjaan jauh sebelum pernikahan dilaksanakan. Sehingga, setelah menikah tidak lantas menimbulkan masalah baru karena kita atau pasangan harus menjadi pengangguran.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuansawanita.com/2009/11/untung-rugi-sekantor-dengan-pasangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
