<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nuansa Wanita &#187; kesehatan</title>
	<atom:link href="http://nuansawanita.com/tag/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nuansawanita.com</link>
	<description>Melihat dunia dari sudut pandang wanita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Dec 2009 14:31:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Emosi Seimbang, Hidup Lebih Nyaman</title>
		<link>http://nuansawanita.com/2009/11/emosi-seimbang-hidup-lebih-nyaman/</link>
		<comments>http://nuansawanita.com/2009/11/emosi-seimbang-hidup-lebih-nyaman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 12:13:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nina</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuansawanita.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Jangan mau jatuh sakit gara-gara terlalu emosi, stres, atau
sedih. Jika tahu caranya, Anda bisa kok hidup makin sehat
dengan memanfaatkan rasa sedih, kesal, bahkan marah]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_19" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://mimbarjumat.com/archives/844"><img class="size-full wp-image-19" title="pasangan santai" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/11/pasangansantai.jpg" alt="pasangan santai" width="230" height="201" /></a><p class="wp-caption-text">pasangan santai</p></div>
<p>Mungkin akan sedikit lucu ya, jika membayangkan ketika kitaberobat ke dokter karena telinga terasa berdenging, dokter malah berkomentar:  &#8220;Akhir-akhir ini ibu sering merasa cemas, ya?&#8221; Lho, apa hubungannya sakit kuping dan kecemasan?</p>
<p>Dalam dunia pengobatan holistik, rasa cemas, takut, atau marah, dapat memengaruhi bagian tubuh tertentu. Ini merupakan respon tubuh terhadap hal-hal yang kita pikiran, rasakan, dan lakukan.</p>
<p>Pernah dengar, &#8216;kan studi tentang orang bertipe kepribadian A, yang terbukti tinggi kejadian gangguan jantungnya. Ini hanya satu contoh saja. Kini semakin banyak relasi rahasia terkuak antara emosi manusia dan organ tubuhnya. Lalu mungkinkah menata emosi agar bisa hidup lebih sehat?</p>
<h2>Tumpukan Emosi Dalam Tubuh</h2>
<p>Secara umum manusia dikaruniai 5 emosi dasar yaitu marah, sedih, takut, gembira, dan bimbang. Masing-masing emosi ini tentu ada fungsinya. Marah misalnya, menurut Ayurveda, diperlukan tubuh agar bisa lebih waspada. Contoh lain adalah emosi bahagia menurut Traditional Chinese Medicine (TCM) dapat meningkatkan produksi neurotransmitter yang berbeda. Neurotransmitter seperti gaba, serotonin, dan dopamin dapat meningkatkan mood baik.</p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<div id="attachment_20" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2009/04/i-love-your-blog/"><img class="size-full wp-image-20" title="tumpukan emosi" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/11/tumpukanemosi.jpg" alt="tumpukan emosi" width="230" height="309" /></a><p class="wp-caption-text">tumpukan emosi</p></div>
<p>Bila tak dikelola dengan baik, emosi-emosi yang timbul sebagai respon terhadap rangsangan dari luar tubuh manusia bisa menimbulkan stres. Stres memicu kelenjar adrenal untuk memroduksi kortisol dan adrenalin. Dalam dosis kecil, Kortisol sangat bermanfaat untuk meningkatkan kewaspadaan dan daya juang.</p>
<p>Tetapi produksi kortisol yang tinggi akan meningkatkan stres yang bisa mengakibatkan  peradangan pada tubuh. Peradangan ini dipercaya merupakan faktor yang berperan meningkatkan risiko kanker, gangguan jantung, dan Alzheimer.</p>
<p>Dunia kedokteran barat juga mengakui keterkaitan emosi dan kesehatan. Mereka yang pernah mengalami kekerasan saat anak-anak, ternyata rentan mengalami gangguan panggul dan menstruasi. Hal ini sebagai hasil mekanisme berantai dari biokimia emosi terhadap organ tubuh. Uh, sudah terbayang kan bagaimana penderitaan organ tubuh, bila kita tak buru-buru mengelola emosi dengan benar.</p>
<h2>Emosional bikin&#8230;</h2>
<p>Masalah kesehatan apa yang mungkin terjadi bila emosi tak tertata dengan baik?</p>
<h3>1. Takut, Panik</h3>
<p>Rasa takut dan panik yang terus-menerus, akan mengganggu kerja ginjal dan energi (qi) ginjal. Masalah kesehatan yang muncul meliputi neurosis, ketidakseimbangan imunitas/daya tahan atau kekebalan tubuh.</p>
<p>Mereka yang sering panik juga rentan asma, bronchitis, atau eczema. Yang juga bisa dialami masalah di sekitar THT, serta sulit, sering, atau terlalu sedikit buang air kecil. Gangguan energi ginjal, juga memengaruhi area hormon, kandungan, dan pencernaan.</p>
<h3>2. Marah, dendam</h3>
<p>Marah dan dendam dapat menyebabkan kondisi lever atau hati menjadi panas. Akibatnya terjadi defisiensi energi lever yang bisa berujung pada pembengkakan hati. Sirkulasi darah terhambat sehingga rentan mengalami hipertensi, sesak napas, sakit dada, dan insomnia. Tak heran mereka yang kerap dikuasai emosi marah juga lebih berisiko mengalami stroke.</p>
<p>Emosi ini bisa berpengaruh pula pada organ reproduksi, siklus menstruasi, dan prostat. Bagian lain yang terkena adalah kepala yang sering sakit, vertigo, dan sakit di pundak kanan.</p>
<p>Otot-otot seputar leher, bahu, dan punggung terasa tegang, bengkak, dan tidak stabil. Masalah ini bahkan bisa merembet ke mata yang berat, lelah, tegang, kering, sering teriritasi, dan bermasalah dalam daya pandang.</p>
<h3>3. Bimbang atau cemas berkepanjangan</h3>
<div id="attachment_21" class="wp-caption alignleft" style="width: 239px"><a href="http://mediasehat.com/tanyajawab368"><img class="size-full wp-image-21" title="bimbang" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/11/bimbang.jpg" alt="bimbang" width="229" height="343" /></a><p class="wp-caption-text">bimbang</p></div>
<p>Bersamaan dengan emosi cemas dan bimbang berlebihan atau overthinking, seseorang biasanya mengalami ketidakseimbangan energi limpa. Hal ini kemudian berkaitan dengan gangguan mual, kembung, asam lambung, konstipasi, dan diare.</p>
<p>Cairan tubuh sering tertahan menyebabkan kegemukan dan perut membesar. Gangguan juga bisa terjadi pada sistem hormon dan sirkulasi darah. Nyeri atau pegal-pegal di pundak dan punggung kiri sering muncul, begitu juga nyeri sendi. Juga bisa terjadi gangguan pada area jantung yaitu dada terasa berat dan sering merasa sesak.</p>
<h3>4. Sedih berkepanjangan</h3>
<p>Emosi kesedihan terpendam yang berlarut-larut atau pengalaman menyedihkan di masa lampau yang terus melekat bisa memengaruhi organ paru-paru. Organ ini terbilang primer karena ialah yang bertugas mendorong terjadinya sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh.</p>
<p>Gangguan pada organ ini juga bisa berefek pada sirkulasi darah. Adanya infeksi atau kelemahan sistem daya tahan tubuh biasanya berefek di paru-paru. Bila energi paru-paru lemah, maka orang tersebut akan makin mudah mengalami masalah pernapasan. Dari asma, batuk-batuk yang tak kunjung sembuh, hingga mudah flu dan sinusitis.</p>
<h3>5. Gembira berlebihan, tidak tenang, berpikiran negatif</h3>
<p>Gangguan ini umumnya menimbulkan masalah di area dada dan perut. Orang yang antusiasmenya berlebihan atau tidak bisa tenang, biasanya merasa dadanya sempit, diaprahma terasa menekan ke atas. Akibatnya pada saat melakukan olahraga atau aktivitas banyak gerak, napasnya cenderung pendek.</p>
<p>Karena sirkulasi daerah dada kurang baik, maka kondisi kesehatan jantungnya pun kurang prima. Sirkulasi buruk ini bisa menutup saluran kecil atau pembuluh kapiler sekitar jantung. Bila pembuluh koroner sudah tertimbun plak akibat kolesterol tinggi, maka kondisi terhambatnya pembuluh kecil semakin membahayakan jantung.</p>
<h3>TCM dan Emosi</h3>
<div id="attachment_22" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://resepminumansegar.com/2009/11/es-blewah-serut/"><img class="size-full wp-image-22" title="traditional chinese medecine" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/11/tcm02.jpg" alt="traditional chinese medecine" width="230" height="326" /></a><p class="wp-caption-text">traditional chinese medecine</p></div>
<p>Dunia pengobatan tradisonal Cina pun sejak lama mengakui setiap emosi berkaitan dengan organ tubuh tertentu. Dalam menganalisis suatu penyakit, TCM selalu mengaitkan masalah emosi (psikis) dengan fungsi organ (fisik). Baik buruknya organ terkait dengan kestabilan emosi seseorang. Demikian sebaliknya, hubungan yang harmonis antar-organ merupakan jaminan kestabilan jiwa.</p>
<p>TCM menganggap jika fungsi organ baik, emosi yang terganggu tidak akan secara otomatis menimbulkan gangguan organ. Tetapi bila terjadi tekanan emosi yang berlebihan dan berkepanjangan, maka bisa dipastikan akan segera terjadi hubungan tak harmonis antar-organ, dan ketidakseimbangan Qi (energi), darah, dan cairan tubuh.</p>
<h3>Ayurveda dan Emosi</h3>
<p>Pengobatan Ayurveda yang berasal dari India, menurut Dr. Sushil Rahul dari Rarinjinda Wellness, juga memandang perlu pengelolaan emosi. Dalam<br />
Ayurveda dikenal konsep 3 komponen (dosha) dalam tubuh, yaitu vatta, pitta, kapha. Keseimbangan ketiga komponen ini menghasilkan kesehatan yang optimal.</p>
<ul>
<li>Udara dan alam terbuka dilambangkan oleh vatta, yang mengontrol pergerakan sendi, pernapasan, detak jantung. Vatta juga mengontrol kecemasan, ketakutan, kesedihan, dan fungsi lain sistem syaraf.</li>
<li>Api dan air diwakili oleh pitta, yang mengontrol pencernaan, metabolisme, intelegensi, dan warna kulit. Pitta membawa emosi marah, kebencian, dan kecemburuan.</li>
<li>Bumi dan air diwakili oleh kapha. Struktur fisik dan sistem ke-kebalan tubuh diatur oleh kapha. Begitu juga respon emosional seperti ketenangan, kemampuan memaafkan, cinta, dan hasrat.</li>
</ul>
<p>Bila terjadi ketidakseimbangan, ayurveda mencegah penyakit dan memperbaiki kondisi dengan berbagai cara seperti pijat, meditasi, yoga, penggunaan herbal, dan perubahan pola makan. Sehingga mereka yang menjalani program ini lebih tenang, stres berkurang, kelenturan, kekuatan, dan stamina tubuh pun meningkat.</p>
<h2>Ini Solusinya</h2>
<p>Agar tubuh makin sehat, dianjurkan untuk mengatasi masalah emosi-emosi yang mencetuskan gangguan, Caranya?</p>
<ul>
<li>Pertama, coba kenali emosi-emosi kita dan pahami mengapa kita merasakannya. Uraikan satu persatu penyebab kesedihan, kemarahan, ketakutan, kebimbangan, atau antusiasme yang berlebihan. Coba cermati, lalu cari solusinya.</li>
<li>Cara Anda merespon emosi biasanya merupakan hasil pembelajaran dari keluarga atau lingkungan terdekat sehari-hari. Bila memang kurang tepat, belajar untuk mengeskpresikan emosi dengan cara yang lebih baik. Bila sudah taktertanggungkan, lebih baik bicara pada ahlinya, ke psikolog atau pemuka agama misalnya.</li>
<li>Coba untuk tidak terobsesi pada masalah-masalah di kantor atau rumah yang membuat emosi semakin negatif. Tapi bukan berarti kita harus pura-pura gembira. Salah satu cara yang cespleng adalah menggali juga hal-hal positif dalam hidup.</li>
<li>Memanfaatkan buku harian untuk mencatat hal-hal apa saja yang membantu kita menjadi lebih tenang dan bahagia. Berbagai studi menunjukkan berpandangan lebih positif akan meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan kondisi kesehatan.</li>
<li>Kita mungkin juga perlu melepaskan dan membiarkan beberapa hal dalam hidup yang membuat stres terus menerus. Tak semua kejadian berada di bawah kendali kita. Luangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang kita sukai.</li>
<li>Metode relaksasi, seperti meditasi, bermanfaat untuk menyeimbangkan emosi. Cobalah teknik serupa yang cocok dan membuat emosi kita lebih tertata sesuai porsinya.</li>
<li>Jaga diri kita baik-baik. Untuk memiliki kesehatan emosional yang baik, kita tetap harus mengonsumsi makanan sehat, tidur cukup, dan berolahraga untuk mengendurkan segala ketegangan. Hindari makan terlalu banyak.</li>
<li>Lakukan terapi akupunktur. Keberhasilan terapi antara lain bergantung pada ketepatan memilih titik-titik akupunktur pada tubuh, kombinasi titik, lokasi, jumlah jarum, sudut penusukan, dan arah jarum. Karena sifatnya mereparasi kondisi tubuh yang &#8217;soak&#8217;, maka umumnya dibutuhkan lebih dari 2 kali terapi untuk mendapatkan manfaat kesembuhan yang diinginkan.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuansawanita.com/2009/11/emosi-seimbang-hidup-lebih-nyaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malas Latihan Ah, Lagi Haid Sih!</title>
		<link>http://nuansawanita.com/2009/10/malas-latihan-ah-lagi-haid-sih/</link>
		<comments>http://nuansawanita.com/2009/10/malas-latihan-ah-lagi-haid-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 18:03:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nina</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[reproduksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuansawanita.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Menstruasi memang dialami oleh setiap wanita. Tetapi, efek yang terjadi bisa berbeda-beda antara wanita yang satu dan lainnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em> </em></p>
<div id="attachment_5" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><em><em><a href="http://amazingrainbow.blogspot.com/2009/10/dating-blueprint.html"><img class="size-full wp-image-5" title="konsultasi fitness" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/10/fitness031.jpg" alt="konsultasi fitness" width="230" height="165" /></a></em></em><p class="wp-caption-text">konsultasi fitness</p></div>
<p><em>Cihuuyyy&#8217;&#8230; aku dapet hari ini! Pas pelajaran olahraga lagi&#8217;. Jadi, tadi aku gak perlu panas-panasan, gak perlu lari 5 puteran keliling lapangan, dan bebas dari pelototan Pak Arya kalo sit-up ku payah..hi..hi&#8230; Makanya&#8230;=), aku jadi bebas deh ngeliatin Dimas latihan basket dari pinggir lapangan. Hore banget nggak sih, diary&#8230; walaupun perutku rada pegel-pegel nih gara-gara mens hari pertama. Trus, tau nggak&#8230;</em></p>
<p>Masih ingat pada potongan curhat Anda di buku harian saat masih sekolah dulu? Sebagian dari Anda, sekali dua kali, mungkin pernah mencatat antusiasme menyambut datang bulan.</p>
<p>Bukan apa-apa, itu karena haid datang bertepatan pada hari pelajaran olahraga. Sehingga, dengan berbagai latar belakang (memang kram perut sungguhan, malas olahraga, atau mencuri waktu untuk membuat PR yang belum selesai) Anda punya alasan untuk absen olahraga. Ya, seperti cuplikan kisah diary tadi.</p>
<p><span id="more-3"></span>Mungkin Anda ingat juga reaksi bapak atau ibu guru olahraga saat Anda mengajukan alasan ini. Rasanya, jarang ada tatapan simpati atau permakluman dari mereka. Selain sudah kebal dengan aksi tricky murid-murid perempuan, sebagai guru olahraga, mungkin mereka juga paham bahwa sebenarnya datang bulan bukan alasan yang sangat sahih untuk tidak mengikuti mata pelajaran olahraga. Apalagi bila si murid itu tampaknya baik-baik saja.</p>
<p><img title="More..." src="http://localhost/nuansa/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" />Mereka mungkin juga tahu, sebetulnya ada buktinya bahwa medali emas di Olimpiade pernah dimenangkan oleh atlet yang tengah datang bulan. Tetapi, yangjelas, tak ikut pelajaran olahraga karena &#8216;lagi dapet, Pak&#8217; sudah seperti alasan umum tak tertulis yang, tahu sama tahu, sulit dibantah. Dan tanpa Anda sadar, terbawa sampai sekarang, yaitu Anda sengaja tidak nge-gym atau tak hadir di hari latihan yoga karena sedang menstruasi.</p>
<h2>Semua karena estrogen</h2>
<div id="attachment_6" class="wp-caption alignright" style="width: 210px"><a href="http://mimbarjumat.com/archives/562"><img class="size-full wp-image-6" title="zona menstruasi" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/10/pms011.jpg" alt="zona menstruasi" width="200" height="184" /></a><p class="wp-caption-text">zona menstruasi</p></div>
<p>Menstruasi memang dialami oleh setiap wanita. Tetapi, efek yang terjadi bisa berbeda-beda antara wanita yang satu dan lainnya. Sebagian melaluinya dengan mudah, seperti hari-hari biasa. Sebagian lagi melewatinya dengan keluh-kesah karena masalah kram perut, sakit kepala, perut terasa begah, jerawatan, atau moody yang naik-turun.</p>
<p>Sebagian yang lain melewati saat haid dengan kesakitan, perut melilit hebat hingga tak mungkin beraktivitas normal. Karena kondisi yang berbeda-beda itulah kebutuhan dan kesanggupan seseorang untuk berolahraga saat menstruasi juga berbeda-beda.</p>
<p>Tubuh wanita mengalami perubahan hormon di sepanjang siklus menstruasinya. Pada sebuah siklus ada tiga fase yang harus dilalui.</p>
<p>Fase pertama, biasanya pada hari 1-13 (3 hari pertama hingga hari 7 menstruasi), disebut fase folikular. Ditandai oleh turunnya kadar hormon estrogen, kecuali peningkatan tiba-tiba pada hari ke-14.</p>
<p>Fase selanjutnya, hari ke-14, ovulasi dimulai. Di hari ke-15-28, pada siklus normal 28 hari, disebut fase luteal. Ditandai oleh cukup tinggi dan stabilnya kadar hormon estrogen. Hormon ini cukup penting, karena merupakan hormon kunci yang tidak saja mempengaruhi siklus menstruasi, tetapi juga merupakan bensin bagi kerja otot Anda.</p>
<p>Studi menunjukkan, kadar estrogen berpengaruh pada cara tubuh membakar kalori untuk enerji tubuh. Pada fase folikular, tubuh lebih cepat membakar karbohidrat untuk kecepatan dan efisiensi. Pada fase luteal tubuh lebih memilih membakar lemak sebagai enerji.</p>
<p>Katakanlah, Anda berlatih dengan penuh semangat dan percaya diri pada suatu hari Rabu, saat berada di fase folikular (estrogen rendah). Beberapa minggu kemudian, Anda berlatih pada fase luteal (hormon estrogen tinggi). Herannya, dengan jenis dan porsi latihan yang sama, Anda merasa lebih lesu, mudah lelah, dan kurang antusias.</p>
<p>Anda mengira kemampuan dan program latihan hari itu gagal total. Padahal, bukan kualitas latihan Anda yang salah. Tetapi, tubuh Anda memang sedang menggunakan cara pembakaran bensin yang berbeda. Karena lemak lebih lambat terbakar untuk menjadi enerji dibandingkan karbohidrat, Anda merasa lebih cepat lelah.</p>
<h2>Latihan atau tidak, ya?</h2>
<p>Kondisi demikian tak selalu berarti waktunya untuk absen latihan. Karena pada saat itu kemampuan tubuh justru meningkat untuk melakukan pembakaran lemak. Sayangkan, bila Anda tidak berlatih? Apalagi bagi kebanyakan wanita, tak ada alasan menstruasi harus mengganggu aktivitas harian, termasuk berolahraga.</p>
<p>Malahan, mereka merekomendasikan latihan teratur sebagai satu cara untuk mengurangi keluhan nyeri dan rasa tidak nyaman sebelum dan saat menstruasi. Ditambah lagi, menurut berbagai studi, perubahan hormononal tidak secara signifikan mempengaruhi performa latihan seseorang.</p>
<p>Rasa nyeri yang timbul saat menstruasi diperkirakan disebabkan oleh prostaglandin, zat kimia tubuh yang merangsang kontraksi rahim untuk mengeluarkan darah. Prostaglandin membuat pembuluh darah menegang, mengatur aliran darah yang keluar. Kurangnya aliran darah bisa menyebabkan rasa nyeri, seperti halnya kurang suplai darah ke jantung yang bisa menimbulkan nyeri dada.</p>
<p>Olahraga diyakini bisa meminimalkan rasa nyeri macam ini dalam dua cara. Pertama, karena latihan membuat tubuh memproduksi endorfin, reaksi kimia yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami. Kedua, olahraga bisa menyesuaikan produksi prostaglandin. Dengan mekanisme tersebutlah, latihan dianggap bisa meredakan nyeri menstruasi.</p>
<p>Selain itu, karena olahraga bisa mengeluarkan keringat, penimbunan cairan dalam tubuh pun bisa berkurang. Belum lagi efek bergairah dan bersemangat setelah berolahraga yang bisa meredakan kecemasan, perubahan mood, bahkan stres.</p>
<p>Sebuah studi juga menunjukkan bahwa latihan tidak akan memperberat keluhan menstruasi atau memperderas aliran darah. Lagipula, fokus pada latihan bisa membantu Anda mengatasi keinginan ngemil makanan manis atau makanan lain. Tahu sendiri, dong, kebiasaan yang satu ini sering timbul saat Anda datang bulan dan sulit distop, bukan?</p>
<p>Meski menstruasi tidak terbukti mengganggu latihan, boleh-boleh saja, kok, Anda beristirahat saatitu. Terutama bila keluhan nyeri yang Anda rasakan memang hebat dan sangat mengganggu aktivitas harian. Boro-boro latihan, jalan kaki menuju kamar mandi saja rasanya sudah berat sekali. Yah, kalau demikian kondisinya, Anda memang dilarang memaksa atau menyiksa diri dengan aktivitas berat dan berlebihan.</p>
<p>Hanya Anda sendiri yang bisa mengukur kemampuan diri sendiri untuk berlatih. Kalaupun Anda ingin terus berlatih, walaupun tubuh tak sepenuhnya siap, sebaiknya kurangi intensitas dan durasi latihan Anda. Bila merasa menstruasi tidak akan mengganggu program latihan, Anda bisa meneruskan latihan seperti biasa.</p>
<h2>Inilah yang Sering Mengganggu</h2>
<p>&#8220;<em>Perut pegal, engga mungkin latihan dong.</em>&#8221;</p>
<p>Pada saat menstruasi, memang ada baiknya Anda mengurangi gerakan floor exercise yang melibatkan daerah seputar perut dan pinggul. Bagi yang belum terbiasa atau yang merasa keluhannya berat, ia menganjurkan untuk modifikasi gerakan, baik untuk tatihan beban maupun senam aerobik. Meski latihan seputar perut dan pinggul dicoret pada saat menstruasi, Anda masih bisa mendapatkan manfaat latihan dari gerakan lain, bukan?</p>
<p>&#8220;<em>Latihan apa, ya, yang cocok saat menstruasi ?</em> &#8221;</p>
<p>Secara umum, dianjurkan latihan yang berintensitas rendah-sedang yang bersifat aerobik. Seperti jalan kaki, lari ringan di treadmill. atau senam aerobik <em>low-impact</em>. Daripada memaksa diri melakukan latihan berat selama masa menstruasi, saat tubuh justru sedang tidak berada dalam kondisi terbaik untuk membakar lemak, lebih baik Anda memilih latihan seperti yoga, pilates, atau strength training yang sederhana. Sebaliknya, lakukan latihan berintensitas tinggi saat Anda berada pada bagian kedua siklus menstruasi, saat tubuh lebih pintar membakar lemak.</p>
<p>&#8220;<em>Saya ingin berenang nih. Boleh nggak ?</em> &#8221;</p>
<p>Boleh-boleh saja. Sebuah studi bahkan menunjuk-kan bahwa atlet renang berada dalam kondisi terburuk sesaat sebelum hari menstruasi. Dan justru berenang dengan laju tercepat selama masa menstruasi.</p>
<p>Pada prakteknya, banyak atlet renang wanita yang tetap bertanding ketika mereka datang bulan. Tak perlu khawatir darah menstruasi akan tercecer di kolam renang, karena umumnya darah menstruasi tidak akan keluar. Hanya saja, begitu Anda selesai dan keluar darl kolam, segera lititkan handuk untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.</p>
<p>&#8220;<em>Katanya kalau sedang haid tidak boleh latihan yoga ?</em> &#8221;</p>
<div id="attachment_7" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://pelangiku.com/2009/09/cantik-bukan-cuma-fisik/"><img class="size-full wp-image-7" title="yoga" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/10/yoga011.jpg" alt="yoga" width="200" height="226" /></a><p class="wp-caption-text">yoga</p></div>
<p>Ada begitu banyak aliran dalam yoga dan ada banyak pula anggapan soal beryoga saat menstruasi. Dari sudut pandang kesehatan olahraga, secara umum, yoga boleh saja dilakukan saat menstruasi. Hanya saja, memang ada beberapa gerakan tertentu yang tidak boleh sembarangan dilakukan.</p>
<p>Misalnya, posisi headstand (kepala di bawah kaki di atas) atau gerakan-gerakan yang membuat posisi kaki letaih tinggi dari tubuh dan kepala. Untuk amannya, berttahukan instruktur yoga saat latihan Anda bertepatan dengan datang bulan. Instruktur yoga yang baik dan berpengalaman akan merekomendasikan gerakan yang cocok untuk Anda.</p>
<p>&#8220;<em>Malas latihan, ah, repot urusan pembalut.</em> &#8221;</p>
<p>Meski sedikit mengganggu, kerepotan soal pembalut sebaiknya tidak menghambat waktu latihan Anda. Kini terdapat sekian banyak pilihan pembalut yang cukup tipis, sehingga tidak mengganggu gerakan Anda. Ada juga yang menawarkan kenyamanan lain, dari segi bentuk sampai yang permukaannya tetap kering, sehingga Anda tidak merasa lembab.</p>
<p>Yang penting, segera ganti pembalut begitu selesai berlatih saat Anda banyak berkeringat. Pilih pula pembalut yang tidak mengiritasi kulit, sehingga tidak mengganggu kesehatan kulit, meski dikenakan saat berkeringat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuansawanita.com/2009/10/malas-latihan-ah-lagi-haid-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
