<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nuansa Wanita &#187; emosi</title>
	<atom:link href="http://nuansawanita.com/tag/emosi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nuansawanita.com</link>
	<description>Melihat dunia dari sudut pandang wanita</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 Dec 2009 14:31:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Emosi Seimbang, Hidup Lebih Nyaman</title>
		<link>http://nuansawanita.com/2009/11/emosi-seimbang-hidup-lebih-nyaman/</link>
		<comments>http://nuansawanita.com/2009/11/emosi-seimbang-hidup-lebih-nyaman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 12:13:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nina</dc:creator>
				<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuansawanita.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Jangan mau jatuh sakit gara-gara terlalu emosi, stres, atau
sedih. Jika tahu caranya, Anda bisa kok hidup makin sehat
dengan memanfaatkan rasa sedih, kesal, bahkan marah]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_19" class="wp-caption alignleft" style="width: 240px"><a href="http://mimbarjumat.com/archives/844"><img class="size-full wp-image-19" title="pasangan santai" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/11/pasangansantai.jpg" alt="pasangan santai" width="230" height="201" /></a><p class="wp-caption-text">pasangan santai</p></div>
<p>Mungkin akan sedikit lucu ya, jika membayangkan ketika kitaberobat ke dokter karena telinga terasa berdenging, dokter malah berkomentar:  &#8220;Akhir-akhir ini ibu sering merasa cemas, ya?&#8221; Lho, apa hubungannya sakit kuping dan kecemasan?</p>
<p>Dalam dunia pengobatan holistik, rasa cemas, takut, atau marah, dapat memengaruhi bagian tubuh tertentu. Ini merupakan respon tubuh terhadap hal-hal yang kita pikiran, rasakan, dan lakukan.</p>
<p>Pernah dengar, &#8216;kan studi tentang orang bertipe kepribadian A, yang terbukti tinggi kejadian gangguan jantungnya. Ini hanya satu contoh saja. Kini semakin banyak relasi rahasia terkuak antara emosi manusia dan organ tubuhnya. Lalu mungkinkah menata emosi agar bisa hidup lebih sehat?</p>
<h2>Tumpukan Emosi Dalam Tubuh</h2>
<p>Secara umum manusia dikaruniai 5 emosi dasar yaitu marah, sedih, takut, gembira, dan bimbang. Masing-masing emosi ini tentu ada fungsinya. Marah misalnya, menurut Ayurveda, diperlukan tubuh agar bisa lebih waspada. Contoh lain adalah emosi bahagia menurut Traditional Chinese Medicine (TCM) dapat meningkatkan produksi neurotransmitter yang berbeda. Neurotransmitter seperti gaba, serotonin, dan dopamin dapat meningkatkan mood baik.</p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<div id="attachment_20" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://pelangiku.com/2009/04/i-love-your-blog/"><img class="size-full wp-image-20" title="tumpukan emosi" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/11/tumpukanemosi.jpg" alt="tumpukan emosi" width="230" height="309" /></a><p class="wp-caption-text">tumpukan emosi</p></div>
<p>Bila tak dikelola dengan baik, emosi-emosi yang timbul sebagai respon terhadap rangsangan dari luar tubuh manusia bisa menimbulkan stres. Stres memicu kelenjar adrenal untuk memroduksi kortisol dan adrenalin. Dalam dosis kecil, Kortisol sangat bermanfaat untuk meningkatkan kewaspadaan dan daya juang.</p>
<p>Tetapi produksi kortisol yang tinggi akan meningkatkan stres yang bisa mengakibatkan  peradangan pada tubuh. Peradangan ini dipercaya merupakan faktor yang berperan meningkatkan risiko kanker, gangguan jantung, dan Alzheimer.</p>
<p>Dunia kedokteran barat juga mengakui keterkaitan emosi dan kesehatan. Mereka yang pernah mengalami kekerasan saat anak-anak, ternyata rentan mengalami gangguan panggul dan menstruasi. Hal ini sebagai hasil mekanisme berantai dari biokimia emosi terhadap organ tubuh. Uh, sudah terbayang kan bagaimana penderitaan organ tubuh, bila kita tak buru-buru mengelola emosi dengan benar.</p>
<h2>Emosional bikin&#8230;</h2>
<p>Masalah kesehatan apa yang mungkin terjadi bila emosi tak tertata dengan baik?</p>
<h3>1. Takut, Panik</h3>
<p>Rasa takut dan panik yang terus-menerus, akan mengganggu kerja ginjal dan energi (qi) ginjal. Masalah kesehatan yang muncul meliputi neurosis, ketidakseimbangan imunitas/daya tahan atau kekebalan tubuh.</p>
<p>Mereka yang sering panik juga rentan asma, bronchitis, atau eczema. Yang juga bisa dialami masalah di sekitar THT, serta sulit, sering, atau terlalu sedikit buang air kecil. Gangguan energi ginjal, juga memengaruhi area hormon, kandungan, dan pencernaan.</p>
<h3>2. Marah, dendam</h3>
<p>Marah dan dendam dapat menyebabkan kondisi lever atau hati menjadi panas. Akibatnya terjadi defisiensi energi lever yang bisa berujung pada pembengkakan hati. Sirkulasi darah terhambat sehingga rentan mengalami hipertensi, sesak napas, sakit dada, dan insomnia. Tak heran mereka yang kerap dikuasai emosi marah juga lebih berisiko mengalami stroke.</p>
<p>Emosi ini bisa berpengaruh pula pada organ reproduksi, siklus menstruasi, dan prostat. Bagian lain yang terkena adalah kepala yang sering sakit, vertigo, dan sakit di pundak kanan.</p>
<p>Otot-otot seputar leher, bahu, dan punggung terasa tegang, bengkak, dan tidak stabil. Masalah ini bahkan bisa merembet ke mata yang berat, lelah, tegang, kering, sering teriritasi, dan bermasalah dalam daya pandang.</p>
<h3>3. Bimbang atau cemas berkepanjangan</h3>
<div id="attachment_21" class="wp-caption alignleft" style="width: 239px"><a href="http://mediasehat.com/tanyajawab368"><img class="size-full wp-image-21" title="bimbang" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/11/bimbang.jpg" alt="bimbang" width="229" height="343" /></a><p class="wp-caption-text">bimbang</p></div>
<p>Bersamaan dengan emosi cemas dan bimbang berlebihan atau overthinking, seseorang biasanya mengalami ketidakseimbangan energi limpa. Hal ini kemudian berkaitan dengan gangguan mual, kembung, asam lambung, konstipasi, dan diare.</p>
<p>Cairan tubuh sering tertahan menyebabkan kegemukan dan perut membesar. Gangguan juga bisa terjadi pada sistem hormon dan sirkulasi darah. Nyeri atau pegal-pegal di pundak dan punggung kiri sering muncul, begitu juga nyeri sendi. Juga bisa terjadi gangguan pada area jantung yaitu dada terasa berat dan sering merasa sesak.</p>
<h3>4. Sedih berkepanjangan</h3>
<p>Emosi kesedihan terpendam yang berlarut-larut atau pengalaman menyedihkan di masa lampau yang terus melekat bisa memengaruhi organ paru-paru. Organ ini terbilang primer karena ialah yang bertugas mendorong terjadinya sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh.</p>
<p>Gangguan pada organ ini juga bisa berefek pada sirkulasi darah. Adanya infeksi atau kelemahan sistem daya tahan tubuh biasanya berefek di paru-paru. Bila energi paru-paru lemah, maka orang tersebut akan makin mudah mengalami masalah pernapasan. Dari asma, batuk-batuk yang tak kunjung sembuh, hingga mudah flu dan sinusitis.</p>
<h3>5. Gembira berlebihan, tidak tenang, berpikiran negatif</h3>
<p>Gangguan ini umumnya menimbulkan masalah di area dada dan perut. Orang yang antusiasmenya berlebihan atau tidak bisa tenang, biasanya merasa dadanya sempit, diaprahma terasa menekan ke atas. Akibatnya pada saat melakukan olahraga atau aktivitas banyak gerak, napasnya cenderung pendek.</p>
<p>Karena sirkulasi daerah dada kurang baik, maka kondisi kesehatan jantungnya pun kurang prima. Sirkulasi buruk ini bisa menutup saluran kecil atau pembuluh kapiler sekitar jantung. Bila pembuluh koroner sudah tertimbun plak akibat kolesterol tinggi, maka kondisi terhambatnya pembuluh kecil semakin membahayakan jantung.</p>
<h3>TCM dan Emosi</h3>
<div id="attachment_22" class="wp-caption alignright" style="width: 240px"><a href="http://resepminumansegar.com/2009/11/es-blewah-serut/"><img class="size-full wp-image-22" title="traditional chinese medecine" src="http://nuansawanita.com/wp-content/uploads/2009/11/tcm02.jpg" alt="traditional chinese medecine" width="230" height="326" /></a><p class="wp-caption-text">traditional chinese medecine</p></div>
<p>Dunia pengobatan tradisonal Cina pun sejak lama mengakui setiap emosi berkaitan dengan organ tubuh tertentu. Dalam menganalisis suatu penyakit, TCM selalu mengaitkan masalah emosi (psikis) dengan fungsi organ (fisik). Baik buruknya organ terkait dengan kestabilan emosi seseorang. Demikian sebaliknya, hubungan yang harmonis antar-organ merupakan jaminan kestabilan jiwa.</p>
<p>TCM menganggap jika fungsi organ baik, emosi yang terganggu tidak akan secara otomatis menimbulkan gangguan organ. Tetapi bila terjadi tekanan emosi yang berlebihan dan berkepanjangan, maka bisa dipastikan akan segera terjadi hubungan tak harmonis antar-organ, dan ketidakseimbangan Qi (energi), darah, dan cairan tubuh.</p>
<h3>Ayurveda dan Emosi</h3>
<p>Pengobatan Ayurveda yang berasal dari India, menurut Dr. Sushil Rahul dari Rarinjinda Wellness, juga memandang perlu pengelolaan emosi. Dalam<br />
Ayurveda dikenal konsep 3 komponen (dosha) dalam tubuh, yaitu vatta, pitta, kapha. Keseimbangan ketiga komponen ini menghasilkan kesehatan yang optimal.</p>
<ul>
<li>Udara dan alam terbuka dilambangkan oleh vatta, yang mengontrol pergerakan sendi, pernapasan, detak jantung. Vatta juga mengontrol kecemasan, ketakutan, kesedihan, dan fungsi lain sistem syaraf.</li>
<li>Api dan air diwakili oleh pitta, yang mengontrol pencernaan, metabolisme, intelegensi, dan warna kulit. Pitta membawa emosi marah, kebencian, dan kecemburuan.</li>
<li>Bumi dan air diwakili oleh kapha. Struktur fisik dan sistem ke-kebalan tubuh diatur oleh kapha. Begitu juga respon emosional seperti ketenangan, kemampuan memaafkan, cinta, dan hasrat.</li>
</ul>
<p>Bila terjadi ketidakseimbangan, ayurveda mencegah penyakit dan memperbaiki kondisi dengan berbagai cara seperti pijat, meditasi, yoga, penggunaan herbal, dan perubahan pola makan. Sehingga mereka yang menjalani program ini lebih tenang, stres berkurang, kelenturan, kekuatan, dan stamina tubuh pun meningkat.</p>
<h2>Ini Solusinya</h2>
<p>Agar tubuh makin sehat, dianjurkan untuk mengatasi masalah emosi-emosi yang mencetuskan gangguan, Caranya?</p>
<ul>
<li>Pertama, coba kenali emosi-emosi kita dan pahami mengapa kita merasakannya. Uraikan satu persatu penyebab kesedihan, kemarahan, ketakutan, kebimbangan, atau antusiasme yang berlebihan. Coba cermati, lalu cari solusinya.</li>
<li>Cara Anda merespon emosi biasanya merupakan hasil pembelajaran dari keluarga atau lingkungan terdekat sehari-hari. Bila memang kurang tepat, belajar untuk mengeskpresikan emosi dengan cara yang lebih baik. Bila sudah taktertanggungkan, lebih baik bicara pada ahlinya, ke psikolog atau pemuka agama misalnya.</li>
<li>Coba untuk tidak terobsesi pada masalah-masalah di kantor atau rumah yang membuat emosi semakin negatif. Tapi bukan berarti kita harus pura-pura gembira. Salah satu cara yang cespleng adalah menggali juga hal-hal positif dalam hidup.</li>
<li>Memanfaatkan buku harian untuk mencatat hal-hal apa saja yang membantu kita menjadi lebih tenang dan bahagia. Berbagai studi menunjukkan berpandangan lebih positif akan meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan kondisi kesehatan.</li>
<li>Kita mungkin juga perlu melepaskan dan membiarkan beberapa hal dalam hidup yang membuat stres terus menerus. Tak semua kejadian berada di bawah kendali kita. Luangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang kita sukai.</li>
<li>Metode relaksasi, seperti meditasi, bermanfaat untuk menyeimbangkan emosi. Cobalah teknik serupa yang cocok dan membuat emosi kita lebih tertata sesuai porsinya.</li>
<li>Jaga diri kita baik-baik. Untuk memiliki kesehatan emosional yang baik, kita tetap harus mengonsumsi makanan sehat, tidur cukup, dan berolahraga untuk mengendurkan segala ketegangan. Hindari makan terlalu banyak.</li>
<li>Lakukan terapi akupunktur. Keberhasilan terapi antara lain bergantung pada ketepatan memilih titik-titik akupunktur pada tubuh, kombinasi titik, lokasi, jumlah jarum, sudut penusukan, dan arah jarum. Karena sifatnya mereparasi kondisi tubuh yang &#8217;soak&#8217;, maka umumnya dibutuhkan lebih dari 2 kali terapi untuk mendapatkan manfaat kesembuhan yang diinginkan.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuansawanita.com/2009/11/emosi-seimbang-hidup-lebih-nyaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
